Rabu, 04 Januari 2012

SUMATERA UTARA

SUMATERA UTARA

Peninggalan bersejarah :
1.      Biaro Bahal di temukan di Padang Sidempuan
2.      Istana Maimun atau Istana Deli
3.      Candi Portibi peninggalan kerajaan hindu panai yang memerintah sekitar 1039 M.
4.      Benteng yang di bangun pada masa kerajaan Majapahit pada 1365 M di kota Jawa, Medan
5.      Makam batu raja-raja batak.

Seni Hias :
           
            Singa-singa hiasan yang terdapat pada tiap-tiap rumah orang batak Toba. Di maksudkan sebagai penolak bala dan penjaga keselamatan pemiliknya.
            Orang batak karo menggunakan hiasan rere (cecak).

Adat Perkawinan :

            Disini di terangkan adat perkawinan suku batak Toba, orang batak tidak boleh kawin dengan sesame suku atau marga. Sebab, itu berarti mengawini seseam saudara. Marga orang batak mengikuti garis keturunan ayah. Masalah perkawinan menjadi urusan kedua belah pihak yang di sebut Dalihan Na Tolu (Tungku Nan Tiga).

1)     Melamar :
Awalnya pemuda datang kerumah sang gadis untuk kenalan yang di sebut martandang. Bila diantar telah ada kecocokan untuk menikah, maka mereka memberitahukan kepada orang tua keduanya. Pihak keluarga pria kemudian mengutus seorang penghubung yang disebut domu-domu. Bila di setujui, pihak keluarga pria mengadakan upacara Manjolo tanda, yaitu memberikan barang sebagai tanda pengikat. Pihak pria menyerahkan pisau atau keris sedangkan, pihak wanita menyerahkan ulos (selendang). Pada saat sekarang cukup dengan upacara marhata sinamot, yaitu penetapan jumlah biaya yang harus di keluarkan pihak pria. Sinamot ini dapat berupa uang, boleh juga kerbau atas sapi.

2)     Upacara Pernikahan :
Sebelum perkawinan dilakukan, keluarga kedua belah pihak mengadakan upacara keagamaan yang disebut martumpol. Upacara diresmikan dan mendapat pemberkatan di gereja menurut agama Kristen. Upacara keagamaan bagi calon pengantin yang beragama islam dapat dilakukan di depan penghulu dan upacara adat tetap berjalan sebagaimana mestinya
Pada saat pernikahan itu segenap anggota marga ikut hadir. Anggota marga pengantin wanita disebut hula-hula dan anggota marga pengantin pria disebut boru. Pesta perkawinannya disebut marunjuk.

3)     Pakaian Pengantin :
Pengantin pria dari Batak Mandailing memakai baju teluk belanga serta kain sarung disuji, sedangkan di kepalanya memakai semacam songkok. Pengantin wanitanya memakai baju kurung dan berkain suji, di kepalanya terdapat mahkota yang disebut bulang di sertai kembang goyang yang disebut jagar-jagar. Perhiasan yang dipakai pengantin wanita berupa kalung susun yang disebut gajah meong, juga gelang di lengan dan ditangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar