Kamis, 28 April 2011

BAHASA INGGRIS

Questions
Ada dua bentuk questions (pertanyaan) yaitu:
A. Yes/No questions
B. Information questions (Wh-questions dan How)

A. Yes/no questions
Adalah pertanyaan yang menuntut jawaban yes atau no. Jenis pertanyaan ini diawali dengan auxiliary (is, am, are, was, were, do, does, did, have, has, had, can, may, must, should shall, will, could, atau would).
Contoh:
1. Do you love me?
Yes, I do/No, I don’t
2. Are you sleepy?
Yes, I am?No, I am not.
3. Can they climb the wall?
Yes, they can?No, yhey can’t.
4. Will you help me?
Yes, I will/No, I will not.
Yes/no questions dapat kita bagi menjadi positive dan negative yes/no questions.
1. Positive yes/no questions.
Pola-pola kalimat tanya yang telah diberikan pada pembahasan tiap tenses secara umum dapat diringkas menjadi:
Auxiliary
Be
Do/does/did
+ subject + verb . . .
Contoh:
  1. Have you finished doing your homework?
  2. Will you go to watch a movie with me tonight?
  3. Is she pretty?
  4. Does he always go to school on foot?
  5. Did you visit your parents during holiday?
Note: Kesalahan biasanya terjadi pada kalimat yang menggunakan simple present tense dan past tense. Kesalahan ini umumnya karena lupa mengubah verb1+(s/es) dan verb2 menjadi verb1.
  • INCORRECT: Does she often practices her English?
  • CORRECT : Does she often practice her English? Yes, she does.
  • INCORRECT: Did you loved her?
  • CORRECT : Did you love her? Yes, I did.
Untuk tensis yang lainnya biasanya jarang tejadi kesalahan karena bentuk verb-nya tidak berubah. Silakan baca kembali pola yes/no question untuk 16 Tensis dalam Bahasa Inggris. Atau click link tensis yang ingin anda review di bagian comment tulisan ini.
2.. Negative yes/no questions
Pola yang sangat formal untuk negative yes/no questions adalah NOT diletakkan setelah subject.
Auxiliary
Be
Do/does/did
+ subject + NOT + verb . . .
Tapi, pola di atas sangat jarang digunakan dibandingkan dengan pola berikut:
Auxiliary
Be
Do/does/did
NOT
+ subject + verb . . .
Note: NOT pada umumnya dikontraksi dengan auxiliary/be/do/does/did (i.e. can’t, won’t, isn’t, don’t, hasn’t, etc).
Kapan kita menggunakan negatif yes/no questions? Negative yes/no questions umumnya digunakan:
a. Jika si pembicara sudah tahu apa yang ditanyakan, tapi belum 100% yakin.
Contoh:
  1. Isn’t the earth that travels around the sun? (Bukankah bumi yang mengitari matahari?). Di sini si penanya ingin memastikan bahwa bumilah yang mengitari bumi dan bukan sebaliknya.
  2. Aren’t you making spaghetti? (Bukankah kamu sedang masak spaghetti?)
  3. Didn’t you fail this course last semester? (Bukankah kamu tidak lulus mata kuliah ini semester lalu?).
  4. Wasn’t he playing chess with you when I went to his house last night?
  5. Hasn’t she seen the Ayat-Ayat Cinta? (Bukankah dia sudah nonton film Ayat-Ayat Cinta?).
  6. Aren’t they going to see a movie tonight? etc.
b. Ketika si pembicara surprise, shock, jengkel, atau marah.
Contoh:
  1. Aren’t you supposed to be at school now? Misalnya, karena YOU di rumah pada saat jam sekolah.
  2. Doesn’t your class start at 7 o’clock? Misalnya, sudah hampir jam 7 tapi YOU masih belum mandi/siap ke sekolah.
  3. What happened? Didn’t you study? Siapa suruh tidak belajar. Gurunya jengkel tuh.
B. Information Question (Wh-question dan How)
Adalah pertanyaan yang menanyakan informasi dengan menggunakan Question Words (kata tanya). Sering disebut dengan Wh-question karena semua kata tanya diawali dengan Wh-, kecuali How. Yang termasuk Question Words (QW) adalah: What, Who, Whom, Whose, Why, Where, When, Which dan How.
Pola umum:
QW + aux + S + verb + Object/Complement ?
1. What (apa)
Menanyakan nama benda, nama orang atau jenis profesi.
Contoh:
~ What is that? That is an apple.
~ What are you? I am a soldier.
~ What is your name? My name is Ivanka.

2. Who (siapa)
Menanyakan orang sebagai pelaku/subject.
Memiliki rumus khusus:
Who + verb + O ? atau Who + to be + S ?
Contoh:
~ Who are you? I amYana Wulandari.
~ Who writes the letter? Martin does.
~ Who is very beautiful? Dian Sastro is very beautiful.

3. Whom (siapa)
Menanyakan orang sebagai object.
Contoh:
Whom do you meet? I meet Selena Gomez.
Whom is she looking for? She is looking for Brian Safina.

4. Whose (milik siapa)
Menanyakan pemilik suatu benda.
Contoh:
~ Whose bag is this? This is my bag.
~ Whose sister is the girl? She is my sister.

5. Why (mengapa)
Menanyakan alasan atau penyebab terjadinya sesuatu.
Contoh:
~ Why do you come late? Because I missed the bus this morning.
~ Why is Mrs. Julia very healthy? Because she does sport every morning.
~ Why do you love me? Because you are very rich.
6. Where (di mana)
Menanyakan tempat.
Contoh:
~ Where does Alicia study? She studies in SMPN 19 Tangerang.
~ Where do you go every day? I go to school every day.
~ Where is the library? The library is beside the hall.

7. When (kapan)
Menanyakan waktu.
Contoh:
~ When does Aga get up? He gets up at five o’clock every morning.
~ When did you go to Tangkuban Perahu? I go to Tangkuban Perahu last week.
~ When do you go to school? I go to school at 06.30.
8. Which (yang mana)
Menanyakann pilihan.
Contoh:
~ Which is your car? My car is the red one.
~ Which is his sister? His sister is the girl in blue jacket.
9. How (bagaimana)
Menanyakan kondisi atau keadaan.
Contoh:
~ How are you? I’m fine. Thanks.
~ How is Rina’s school? Her school is large and clean.

10. How many (berapa banyak)
Menanyakan jumlah (jika yang ditanyakan berupa countable nouns/kata benda yang bisa dihitung).
Contoh:
~ How many students are there in the class? There are forty students.
~ How many brother do you have? I have three brothers.
11. How much (berapa banyak)
Menanyakan jumlah (jika yang ditanyakan berupa uncountable nouns/kata benda yang tak bisa dihitung).
Contoh:
How much money does it cost? It costs one thousand rupiah.
How much sugar do you want? A spoon of sugar, please.
12. How often (berapa sering)
Menanyakan seberapa sering orang melakukan sesuatu.
Contoh:
~ How often does Nabillah go to Malaysia? She goes to Malaysia twice a week.
~ How often do you speak to your father? I speak to him every day.

Bisa juga menggunakan How many times.
How many times do you eat? I eat three times a day.
13. How far (berapa jauh)
Menanyakan jarak suatu tempat dengan tempat lainnya.
Contoh:
~ How far is this school from your house? It’s about 10 kilometers.
14. How old (berapa umur/usia)
Menanyakan usia seseorang.
Contoh:
~ How old are you? I am 18 years old.
~ How old is Mrs. Desie? She is 28 years old.

15. How long (berapa lama)
Menanyakan lama waktu.
Contoh:
~ How long have you lived in Jogja? I have lived in Jogja for Six years.
16. How deep (berapa dalam)
~ How deep is the river? It’s about five meters.
~ How deep can he dive? He can dive 20 meters deep.
17. How tall (berapa tinggi)
Menanyakan tinggi orang.
Contoh:
~ How tall are you? I am 170 cm tall.
~ How tall is Mr.Reza? He is 180 cm tall.
18. How high (berapa tinggi)
Menanyakan tinggi suatu benda.
Contoh:
~ How high is the mountain? It’s about 3686 meters high.
~ How high is the tree? It’s about 4 meters high.


 From : Google

Jumat, 15 April 2011

Tugas Pembangunan

NAMA           : YANA WULANDARI
KELAS          : 1EA11
NPM               : 18210589
Tugas  !
Jawaban :
  1.   Dalam menghitung pendapatan nasional dihitung dengan dari GDP (Gross Domestic Product) dikurangi NNP (Net Natioanal Product), pajak tak langsung dan depresiasi. Intinya pendapatan nasional dingaruhi oleh permintaan agregat dan pengeluaran agregat. Dalam perhitungannya melibatkan kecondongan mengkonsumsi MPC (Marginal Propensity to Consume) dan menabung MPS (Marginal Propensity to Saving). Secara tidak langsung investasi juga sebagai pengeluaran agregat mempengaruhi besarnya pendapatan nasional. Dengan menggunakan multiplier effect dapat diketahui bagaimana pengaruh dari konsumsi, investasi dan pengeluaran pemerintah terhadap perubahan pendapatan nasional.
  2. Hukum Permintaan : Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang bersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.
Sebagai contoh :



Grafik seperti gambar di atas. Bentuk kurva permintaan di samping memiliki kemiringan (slope) negatif atau bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Artinya apabila harga jeruk turun, jumlah barang yang diminta bertambah atau sebaliknya (ceteris paribus). Bahwa ketika menganalisis permintaan, terdapat dua istilah yang berbeda, yaitu permintaan dan jumlah barang yang bersedia diminta.
Menurut para ahli ekonomi, permintaan adalah keseluruhan dari kurva permintaan atau keseluruhan dari titik yang ada pada kurva (A + B + C + D + E + F + G). Dengan demikian permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan daripada hubungan antara harga dan jumlah permintaan. Adapun jumlah barang yang bersedia diminta adalah banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu. Misalnya titik A, menggambarkan bahwa pada harga Rp4.500,00 jumlah yang diminta adalah 140 kg. Dengan demikian, setiap titik yang ada pada kurva menggambarkan jumlah barang yang diminta. 

3.

Keterangan :
- Diasumsikan suatu perekonomian hanya memprokusi sepeda dan beras.
- Pada suatu saat negara ini dapat menentukan tingkat produksi dengan memilih kombinasi tertentu antara sepeda dan beras
- Hanya pada titik-titik suatu ppc (misalnya ppc1) dapat dicapai kombinasi antara sepeda dan beras yang optimal, misalnya pada titik y dan z.
- Sedangkan titik x1 dan titik x2 tingkat produksi (kombinasi antara sepeda dan beras) merupakan tingkat yang tidak optimal dan tidak efisien
- Dalam dinamika perkembangannya suatu ppc dapat bergeser ke ppc yang lebih tinggi (ppc1 ke ppc 2) misalnya karena ada teknologi baru atau ditemukannya sumber daya alam baru, sehingga kemungkinan peningkatan pertumbuhan tidak lagi dibatasi oleh misalnya titik y dan z pada ppc1 tetapi dapat lebih tinggi lagi, yaitu pada setiap titik di ppc2.

4. IRE sebagai salah satu LSM yang peduli terhadap persoalan kemiskinan, melalui program ini mengajak pemangku kepentingan, yaitu pemerintah daerah dan perusahaan tambang untuk mewujudkan kemitraan dalam menciptakan program-program yang langsung ditujukan  pada PK, dengan mendorong organisasi masyarakat/LSM lokal selaku perancang dan pelaksana program.
Loknas ini telah melahirkan kesepakatan, komitmen bersama dan alternatif peta jalan untuk melakukan PK di wilayah masing-masing. Pemda  dan perusahaan  memberikan dukungan  penuh kepada ormas/LSM lokal guna menjalankan program mereka di wilayah  masing-masing. Dengan kesepakatan dan komitmen yang besar dari pemda dan perusahaan, diharapkan program PK sukses dilaksanakan di daerah masing-masing.
2.